Minggu, 23 Februari 2014

Setumpuk Kertas

Detik - detik semester terakhir malah jadi jenuh guys. Setumpuk kertas berwarna putih merajuk meminta digores tinta biru. Tapi, cerita sebenarnya bukan dari kertas yang itu. Kamu tahu ? Semakin tua kertas yang disimpan, semakin tampak juga makna tersiratnya. Mungkin, isi kertas itu yang berharga, atau bisa jadi kertas itu menyimpan memory. Ada seorang teman yang mengatakan"Nulis aja, urusan ada yang baca atau engga setidaknya itu jadi media ekspresi kita kan" Dulu saya sangat suka menulis, tapi sempat terhenti. Satu sisi saya teringat tentang seseorang yang dulu selalu melarang saya untuk mengumbar privacy di sosial media, di sisi lain saya merasa hidup saya tidak terlalu menyenangkan untuk dibagi.
Halo, perkenalkan ini saya dan perjalanan baru saya. Jika anda bertemu dengan blog saya, maaf jika sedikit menjenuhkan, atau mungkin membuat anda berfikir saya cukup menyedihkan. Tapi, tenanglah saya terbiasa dengan judgment buruk mengenai diri saya. Buat saya, saya hanyalah kertas lusuh yang belum tentu semua orag ingin menyimpannya.











































 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar