Selasa, 11 Maret 2014

Bicara Tentang Kamu

Hai, ada kalanya angin tak ingin menyentuh daun.
Angin hanya takut membuat daun terjatuh,
Dia hanya dapat mengintip sedikit, sesekali menghela nafas.
"Daun, aku takut kamu terjatuh saat aku didekatmu"
"Daun, aku senang melihatmu masih bergantung bersama ranting"
Desah angin kembali.
"Daun, kamu nampak cantik saat berayun bersama ranting"
Kemudian angin menunduk memerangi dirinya.
"Lihat, daun sudah bersama ranting. Ranting adalah tempat terbaik untuk daun. Jika aku mendekati daun aku takut dia terjatuh ditanah, terinjak dan akan berakhir diperapian"
Dengan langkah gontai sang angin beranjak meninggalkan daun, perlahan hingga tak terasa hembusannya.

DAUN
Hai, aku daun. Kamu tahu ? Menjadi daun cukup melelahkan.
Aku harus bergantung hingga kulitku menguning, tanpa adanya angin rasanya melelahkan.
Aku merindukan angin.
Dengannya aku rindang.
Tanpanya aku gersang.
Lelah selalu bergantung, bukan bermaksud menentang takdir.
Tapi takdirkupun akhirnya terjatuh ditanah.
Tak apa waktuku tak banyak.
Namun, bersama angin akan ku nikmati detik - detik rindangku.
Kali ini aku kehilangan dia, kini setiap hariku ditemani rintik hujan dan kilatan petir.
Aku takut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar